Cerita bareung Rahman
Sabtu, 11 Januari 2014
Senin, 09 Desember 2013
belajar kalkulus
rame abiiiiis.sdjgh whgvwrrfvsfos czfsz of ofs
Cara membuat makalah yang baik dan
benar – Makalah merupakan sebuah tulisan
yang bersifat resmi mengenai suatu bahasan yang ditujukan untuk dipresentasikan
di depan khalayak umum atau dalam sebuah sidang. Makalah seperti karya ilmiah
lainnya, disusun secara sistematis menggunakan bahasa yang baku. Makalah
biasanya disusun oleh pelajar tingkatan SMA ataupun mahasiswa sebagai tugas
pembelajaran. Namun kini pelajar SMP juga sudah mulai dikenalkan dengan
makalah. Setelah tahu pengertian makalah, mungkin kita masih kebingungan
bagaimana cara membuat makalah ? apa yang harus ditulis dalam makalah ?
Nah, kali ini segalacara akan memberikan sedikit gambaran mengenai cara membuat
makalah yang baik dan benar, berikut ini tips nya.
Cara membuat makalah:
Cara membuat makalah:
- Pilih topik yang akan Anda angkat dalam makalah
- Pelajari topik tersebut
- Cari referensi sebanyak banyaknya menyangkut topik tersebut, paling tidak 3-5 buku acuan.
- Hindari mengambil sumber dari internet, karena kurang kuat dan sebagia besar merupakan hasil copas.
- Perhatikan hal hal penting dalam membuat makalah
- Gunakan bahasa Indonesia yang baku
- Susun kalimat dengan jelas dan mudah dipahami
- Ulasan singkat, jelas dan berbobot
Cara menyusun Makalah
Menyusun atau membuat makalah tidaklah boleh sembarangan harus mengikuti kerangka baku sebuah makalah. Berikut ini kerangka untuk membuat makalah
Menyusun atau membuat makalah tidaklah boleh sembarangan harus mengikuti kerangka baku sebuah makalah. Berikut ini kerangka untuk membuat makalah
- Lembar Judul atau Jilid
- Judul makalah
- Nama dan Nim
- Nama dan Tempat Perguruan Tinggi- Tahun
- Lembar Pengesahan
- Kata Pengantar
- Daftar Isi
- Daftar Gambar
- Daftar Tabel
- Tubuh Makalah
- a. Pendahuluan : Terbagi menjadi 3 Sub Bab
- Latar belakang
- Ruang lingkup
- Maksud dan tujuan penulisan
- Pembahasan
- Penutup
- Kesimpulan
- Saran
Format penulisan makalah
Untuk kebutuhan cetak, format penulisan makalah sebaiknya mengikuti penyusunan karya ilmiah lainnya. Yaitu :
Atas : 4 cm
Kiri : 4 cm
Bawah : 3 cm
Kanan : 3 cm
Untuk kebutuhan cetak, format penulisan makalah sebaiknya mengikuti penyusunan karya ilmiah lainnya. Yaitu :
Atas : 4 cm
Kiri : 4 cm
Bawah : 3 cm
Kanan : 3 cm
Itulah beberapa tips dan cara
yang perlu diperhatikan ketika ingin membuat makalah. Semoga bermanfaat
Pencarian
Terbaru:
- cara susun makalah
- cara membuat makalah pdf
- cara membuat makalah
- metode membuat makalah pdf
- contoh kesimpulan makalah prakarya
- Langkah-langkah membuat makalah yang sistematis
- langkah-langkah secara sistematik penulisan makalah
- Langkah membuat makalah secara umum
- tips menyusun makalah
- kerangka makalah yang sistematis
Minggu, 08 Desember 2013
"Bersosialisasi", Cara Penting untuk Sehat
KOMPAS.com - Dalam buku Age Smart karangan Jeffrey Rosensweig,
PH.D, Betty Lu, ada cerita tentang pentingnya hubungan seseorang dengan
orang lain dalam kehidupan, kesehatan manusia. Ceritanya kira-kira
begini. Di Eropa, suatu ketika di rumah penitipan yatim piatu, dokter
dan perawat sangat heran karena dalam beberapa bulan ini semua bayi yang
ada di dalam ruangan itu sering menangis sepanjang malam, kecuali
seorang bayi.
Tidak hanya bayi yang satu itu, tetapi setiap bayi yang ada dalam tempat tidur yang sama, jadi, walaupun bayi itu berganti, bayi yang ada dalam tempat tidur yang sama, tetap tidak menangis, tidak seperti bayi-bayi lainnya. Melihat hal itu, sang dokter berusaha mencari kemungkinan apa penyebabnya.
Tidak berapa lama kemudian, diketahui bahwa setiap pagi hari seorang perempuan yang menjaga kebersihan ruangan, sebelum masuk ke ruangan, yang pertama kali dia lakukan adalah mengambil, menimang, memeluk bayi yang ada dalam tempat tidur bayi yang sama. Bayi yang membuat dokter dan perawatnya heran, dan ingin tahu mengapa setiap bayi yang ada di dalam tempat tidur itu, selalu tidur nyenyak sepanjang malam. “Hmm.. baru Saya mengerti, mengapa bayi yang ada di sana”, bisik dokter yang merawatnya.
Seperti bayi di atas, karena sentuhan, pelukan, hubungan yang didapatkannya dari orang lain membuat dia lebih tenang, bisa tidur lebih nyenyak. Kita sebagai manusia pada dasarnya juga begitu. Manusia tidak dapat hidup sendiri, manusia perlu orang lain. Mulai dari saat kelahiran saja, manusia itu membutuhkan orang lain di sekitarnya. Semakin tua seseorang, keberadaan, hubungan-hubungan itu semakin dibutuhkan. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa hidup memyendiri, terisolasi secara sosial, sama buruk efek nya dibandingkan kebiasaan merokok, makanan tidak sehat, obesitas.
Penelitian pada suku-suku yang terkenal dengan banyaknya jumlah penduduknya yang berusia di atas 100 tahun, atau dikenal dengan istilah centenarian seperti suku Hunza di Pakistan, Okinawa di Jepang, Vilcabamba di pegunungan equador, dan Abkhasia di kaukasus, hubungan, ikatan sosial yang kuat, tidak hanya dalam keluarga besar, tetapi juga dengan tetangga dan masyarakat luas merupakan ciri khas kehidupan mereka.
Di Abkhasia misalnya, kesejahteraan seseorang bukan dinilai dari banyaknya uang yang mereka miliki, tetapi dari jumlah dan kualitas hubungan sosial yang mereka jaga. Kesuksesan seseorang tidak terletak pada jumlah rekening mereka di bank, tanah atau harta lain yang mereka miliki, tetapi dari banyaknya hubungan, teman, keluarga, dan tamu yang berkunjung dan menginap di Rumah mereka.
Banyak penelitian yang terkait dengan pengaruh hubungan sosial, teman, dukungan kelompok terhadap proses penyembuhan, dan bahkan harapan hidup seseorang. Sudah lebih dari 20 tahun saya sebagai internist, pengalaman di bangsal dalam merawat pasien, menunjukkan pentingnya interaksi sosial ini. Pasien yang sering mendapatkan kunjungan dari temannya, dukungan kuat dari keluarganya, saya lihat proses penyembuhannya lebih cepat, angka pulang paksanya lebih rendah, mereka tidak banyak mengeluh, dan barangkali angka kematiannya juga lebih kecil.
Penelitian yang dilakukan pada 86 wanita pasien kanker payudara yang sudah mengalami metastase, yang menerima terapi yang sama, tetapi satu kelompok, disamping itu juga mendapatkan dukungan pertemuan grup sekali dalam seminggu.
Ternyata, mereka yang mendapatkan dukungan grup ini mempunyai rata-rata harapan hidup 2 kali lebih lama dari kelompok yang tidak, hanya mendapatkan terapi seperti biasa. Tidak hanya itu, mereka yang aktif menghadiri pertemuan kelompok juga lebih baik kualitas hidupnya, dan lebih bahagia.
Suatu riset para ahli dari Brigham Young University menunjukkan, mereka yang mempunyai hubungan erat dengan keluarga, teman, dan kelompok kerjanya mempunyai risiko kematian 50 persen lebih kecil dalam periode tertentu dibandingkan dengan kelompok yang hubungannya lebih lemah. Ini artinya anda mempunyai harapan hidup lebih lama.
Lalu, apa sebabnya hubungan sosial yang positif mempunyai pengaruh terhadap kesehatan seseorang, bahkan harapan hidupnya? Jawabannya sangat sederhana sekali. Coba anda berkumpul dengan teman-teman anda. Barangkali sudah puluhan tidak ketemu, kemudian melaksanakan reuni. Apa yang anda rasakan ketika berada di tengah-tengah mereka ? Pasti anda akan banyak ketawa, bercengkrama, senang, gembira, bahagia. Dan, andaikan anda punya masalah, stres waktu itu, stres itu pun akan hilang. Maka, salah satu pengaruh hubungan sosial yang positip adalah membantu anda mengelola stres.
Hubungan yang baik dengan anak, pasangan anda, keluarga besar, teman, tetangga dan bahkan siapa-pun juga dapat menekan hormon kortisol yang tinggi pada saat Anda stres. Seperti diketahui hormon kortisol ini, yang dikenal sebagai hormon stress yang membuat jantung anda berdebar cepat, tekanan darah anda naik, keringat dingin bercucuran, otot-otot menjadi tegang, dan anda bisa tidak tidur sepanjang malam.
Hubungan sosial yang positif juga mempengaruhi gaya hidup, perilaku seseorang. Andaikan anda berhubungan baik dengan seseorang yang sehat, anda juga akan ketularan dengan kebiasaan sehat yang dia lakukan. Anda mungkin termotivasi untuk olahraga, makan yang sehat, tidak merokok tidak minum alkohol, tidur lebih nyenyak, dan sebagainya.
Dukungan positif saat anda jatuh sakit, membantu memberikan obat, menyuapi, mengambilkan air minum, mengupaskan buah-buahan, membimbing ke belakang, memijet kepala, bahu anda yang sakit, pasti mempunyai pengaruh positif terhadap penyembuhan anda. Keberadaan orang lain yang bersahabat, yang penuh kasih sayang di sekitar anda membuat anda lebih percaya diri, berpikir positif, dan bersemangat. Bila anda aktif dalam kelompok senam jantung sehat misalnya, selain anda mendapat manfaat dari aktivitas senam itu, kegiatan lain yang terkait juga akan anda peroleh.
Karena itu, untuk tetap sehat, selain aktivitas olahraga, memilih makanan yang sehat, berhenti merokok, menjauhi alkohol, hubungan sosial yang erat yang anda jalin juga sangat menentukan. Ini adalah cara baru untuk sehat, kata beberapa penulis. Maka, aktiflah berinteraksi, tidak hanya terbatas dalam keluarga inti anda, tetapi lingkungan di sekitar anda, tempat kerja dan teman-teman Anda. Saya yakin, siapapun yang aktif, sering bersilaturrahim akan lebih sehat.
Tidak hanya bayi yang satu itu, tetapi setiap bayi yang ada dalam tempat tidur yang sama, jadi, walaupun bayi itu berganti, bayi yang ada dalam tempat tidur yang sama, tetap tidak menangis, tidak seperti bayi-bayi lainnya. Melihat hal itu, sang dokter berusaha mencari kemungkinan apa penyebabnya.
Tidak berapa lama kemudian, diketahui bahwa setiap pagi hari seorang perempuan yang menjaga kebersihan ruangan, sebelum masuk ke ruangan, yang pertama kali dia lakukan adalah mengambil, menimang, memeluk bayi yang ada dalam tempat tidur bayi yang sama. Bayi yang membuat dokter dan perawatnya heran, dan ingin tahu mengapa setiap bayi yang ada di dalam tempat tidur itu, selalu tidur nyenyak sepanjang malam. “Hmm.. baru Saya mengerti, mengapa bayi yang ada di sana”, bisik dokter yang merawatnya.
Seperti bayi di atas, karena sentuhan, pelukan, hubungan yang didapatkannya dari orang lain membuat dia lebih tenang, bisa tidur lebih nyenyak. Kita sebagai manusia pada dasarnya juga begitu. Manusia tidak dapat hidup sendiri, manusia perlu orang lain. Mulai dari saat kelahiran saja, manusia itu membutuhkan orang lain di sekitarnya. Semakin tua seseorang, keberadaan, hubungan-hubungan itu semakin dibutuhkan. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa hidup memyendiri, terisolasi secara sosial, sama buruk efek nya dibandingkan kebiasaan merokok, makanan tidak sehat, obesitas.
Penelitian pada suku-suku yang terkenal dengan banyaknya jumlah penduduknya yang berusia di atas 100 tahun, atau dikenal dengan istilah centenarian seperti suku Hunza di Pakistan, Okinawa di Jepang, Vilcabamba di pegunungan equador, dan Abkhasia di kaukasus, hubungan, ikatan sosial yang kuat, tidak hanya dalam keluarga besar, tetapi juga dengan tetangga dan masyarakat luas merupakan ciri khas kehidupan mereka.
Di Abkhasia misalnya, kesejahteraan seseorang bukan dinilai dari banyaknya uang yang mereka miliki, tetapi dari jumlah dan kualitas hubungan sosial yang mereka jaga. Kesuksesan seseorang tidak terletak pada jumlah rekening mereka di bank, tanah atau harta lain yang mereka miliki, tetapi dari banyaknya hubungan, teman, keluarga, dan tamu yang berkunjung dan menginap di Rumah mereka.
Banyak penelitian yang terkait dengan pengaruh hubungan sosial, teman, dukungan kelompok terhadap proses penyembuhan, dan bahkan harapan hidup seseorang. Sudah lebih dari 20 tahun saya sebagai internist, pengalaman di bangsal dalam merawat pasien, menunjukkan pentingnya interaksi sosial ini. Pasien yang sering mendapatkan kunjungan dari temannya, dukungan kuat dari keluarganya, saya lihat proses penyembuhannya lebih cepat, angka pulang paksanya lebih rendah, mereka tidak banyak mengeluh, dan barangkali angka kematiannya juga lebih kecil.
Penelitian yang dilakukan pada 86 wanita pasien kanker payudara yang sudah mengalami metastase, yang menerima terapi yang sama, tetapi satu kelompok, disamping itu juga mendapatkan dukungan pertemuan grup sekali dalam seminggu.
Ternyata, mereka yang mendapatkan dukungan grup ini mempunyai rata-rata harapan hidup 2 kali lebih lama dari kelompok yang tidak, hanya mendapatkan terapi seperti biasa. Tidak hanya itu, mereka yang aktif menghadiri pertemuan kelompok juga lebih baik kualitas hidupnya, dan lebih bahagia.
Suatu riset para ahli dari Brigham Young University menunjukkan, mereka yang mempunyai hubungan erat dengan keluarga, teman, dan kelompok kerjanya mempunyai risiko kematian 50 persen lebih kecil dalam periode tertentu dibandingkan dengan kelompok yang hubungannya lebih lemah. Ini artinya anda mempunyai harapan hidup lebih lama.
Lalu, apa sebabnya hubungan sosial yang positif mempunyai pengaruh terhadap kesehatan seseorang, bahkan harapan hidupnya? Jawabannya sangat sederhana sekali. Coba anda berkumpul dengan teman-teman anda. Barangkali sudah puluhan tidak ketemu, kemudian melaksanakan reuni. Apa yang anda rasakan ketika berada di tengah-tengah mereka ? Pasti anda akan banyak ketawa, bercengkrama, senang, gembira, bahagia. Dan, andaikan anda punya masalah, stres waktu itu, stres itu pun akan hilang. Maka, salah satu pengaruh hubungan sosial yang positip adalah membantu anda mengelola stres.
Hubungan yang baik dengan anak, pasangan anda, keluarga besar, teman, tetangga dan bahkan siapa-pun juga dapat menekan hormon kortisol yang tinggi pada saat Anda stres. Seperti diketahui hormon kortisol ini, yang dikenal sebagai hormon stress yang membuat jantung anda berdebar cepat, tekanan darah anda naik, keringat dingin bercucuran, otot-otot menjadi tegang, dan anda bisa tidak tidur sepanjang malam.
Hubungan sosial yang positif juga mempengaruhi gaya hidup, perilaku seseorang. Andaikan anda berhubungan baik dengan seseorang yang sehat, anda juga akan ketularan dengan kebiasaan sehat yang dia lakukan. Anda mungkin termotivasi untuk olahraga, makan yang sehat, tidak merokok tidak minum alkohol, tidur lebih nyenyak, dan sebagainya.
Dukungan positif saat anda jatuh sakit, membantu memberikan obat, menyuapi, mengambilkan air minum, mengupaskan buah-buahan, membimbing ke belakang, memijet kepala, bahu anda yang sakit, pasti mempunyai pengaruh positif terhadap penyembuhan anda. Keberadaan orang lain yang bersahabat, yang penuh kasih sayang di sekitar anda membuat anda lebih percaya diri, berpikir positif, dan bersemangat. Bila anda aktif dalam kelompok senam jantung sehat misalnya, selain anda mendapat manfaat dari aktivitas senam itu, kegiatan lain yang terkait juga akan anda peroleh.
Karena itu, untuk tetap sehat, selain aktivitas olahraga, memilih makanan yang sehat, berhenti merokok, menjauhi alkohol, hubungan sosial yang erat yang anda jalin juga sangat menentukan. Ini adalah cara baru untuk sehat, kata beberapa penulis. Maka, aktiflah berinteraksi, tidak hanya terbatas dalam keluarga inti anda, tetapi lingkungan di sekitar anda, tempat kerja dan teman-teman Anda. Saya yakin, siapapun yang aktif, sering bersilaturrahim akan lebih sehat.
Sabtu, 07 Desember 2013
Peminatan dalam Matematika MIPA
Sebelumnya, saya pernah membuat postingan Kuliah Matematika Murni? (prospek lulusan matematika non-pendidikan). Lalu, muncullah pertanyaan apa yang dipelajari di jurusan matematika MIPA? Apa saja peminatannya? Berhubung saya mahasiswa tingkat I, wawasan saya memang belum banyak, tapi akan saya jawab semampu saya
Pelajaran
matematika tingkat mahasiswa jauh berbeda dengan matematika tingkat
siswa. Dari tingkat SD hingga SMA, matematika yang diperkenalkan adalah
matematika yang "kaku"
. Siswa hanya diberi rumus, kemudian dilatih untuk berhitung. Padahal, matematika yang sesungguhnya tidak sekedar berhitung. Berhitung hanyalah bagian kecil dari matematika. Objek dari matematika yang sebenarnya adalah konsep abstrak di pikiran kita. Di bangku perkuliahan, mahasiswa akan diajarkan konsep-konsep dasar matematika yang terdiri dari definisi, aksioma, dan teorema (DAT).
Untuk definisi dan aksioma, mahasiswa cukup memahaminya saja (tapi, harus benar-benar paham, lho!
). Untuk teorema,
kita harus mampu membuat pembuktiannya. Disini, kita akan diajarkan
metode-metode pembuktian, serta menggunakan definisi dan aksioma yang
sudah ada agar suatu teorema terbukti benar. Pada tahap pembuktian
inilah kita akan menemukan matematika yang sebenarnya, matematika yang
bukan sekedar menghitung tetapi yang benar-benar membutuhkan mathematical intelligence. Pada tahap selanjutnya, kita harus bisa menerapkan konsep-konsep matematika untuk membuat penyelesaian masalah (problem solving).
Karena peminatan matematika tiap PT itu berbeda-beda, jadi saya berusaha mengklasifikasikan sebagai berikut:
1. Murni
Dalam
peminatan ini, mahasiswa akan mengkaji matematika sedalam-dalamnya
(penerapannya tidak dipelajari begitu mendalam). Beberapa PT menyebut
peminatan ini analisis & aljabar. Adapula yang memisahkannya menjadi:
a. Matematika analisis & geometri
Bidang ini menekankan pada pengembangan dasar-dasar matematika dan analisis sehingga mampu mengikuti dan mengembangkan teori-teori baru di Matematika dan ilmu lain
b. Matematika aljabar & diskrit
Bidang ini menekankan pada pemahaman dan pengembangan dasar-dasar Matematika dan aljabar sehingga mampu mengikuti dan mengembangkan teori-teori baru di Matematika dan ilmu lain.
Matematikawan dari bidang murni dapat menjadi seorang dosen dan peneliti untuk memecahkan permasalahan bisnis, pendidikan, dan industri. Menurut saya, bidang ini prospek kerjanya sangat bagus, karena bisa masuk ke berbagai industri dan lembaga litbang
2. Terapan
Jika
disebut peminatan matematika terapan, biasanya yang dibahas masih
global. Karena itu, beberapa PT membagi peminatan ini menjadi:
a. Industri, keuangan & Aktuaria
Bidang ini mengaplikasikan metode matematika dan statistika untuk menganalisa risiko. Dari sini, akan lahir aktuaris-aktuaris, yaitu para profesional di bidang keuangan dan asuransi yang menganalisa dan menangani dampak ekonomi dari risiko dan ketidakpastian. Untuk itu, lulusan matematika aktuaria harus mengikuti tes sertifikasi aktuaris yang dilaksanakan oleh Persatuan Aktuaris Indonesia. Aktuaris
saat ini sangat dibutuhkan dan sangat dicari oleh perusahaan asuransi,
perbankan, dan ada juga yang ditempatkan di bag. Keuangan perusahaan
dan karyawan kemenkeu
b. Riset operasi
Riset operasi adalah cabang multi-disiplin dari matematika terapan yaitu pemodelan matematika, statistika dan algoritma untuk memperoleh hasil yang optimal dari
sebuah permasalahan nyata. Hasil yang optimal dapat berarti
memaksimalkan keuntungan atau meminimalkan kerugian secara tersendiri
atau bersamaan. Riset operasi bisa diterapkan pada mesin (misalnya mesin hemat energi), manajemen perusahaan, dll. Industri yang membutuhkan bidang ini diantaranya industri elektronik, mesin, energi, dll
c. Matematika Ekonomi & Bisnis
Sesuai namanya, masalah yang dibahas disini adalah ekonomi/bisnis
seperti biaya, harga, upah tenaga kerja, permintaan dan penawaran,
penghasilan dan laba, produksi dan sebagainya yang diselesaikan dengan menggunakan analisis matematika untuk mendapatkan kesimpulan dan keputusan yg terbaik. Beberapa matematikawan yang mengambil bidang ini sukses menjadi manajer, karyawan bank dan kemendag, konsultan/bussines analysist perusahaan, bahkan ada yang meraih nobel bidang ekonomi
d. Pemodelan & sistem
Pemodelan Sistem adalah suatu bentuk penyederhanaan dari sebuah elemen dan komponen yang sangat kompleks untuk memudahkan pemahaman dari informasi yang dibutuhkan. Bidang
minat ini menekankan pada pemahaman dan pengembangan dasar-dasar
Matematika, pemodelan Matematika dan sistem, sehingga mampu
mengembangkan dan menerapkannya dalam permasalahan teknik. Industri yang membutuhkan matematikawan pemodelan adalah migas, listrik, dsb.
e. Matematika kombinatorika
Matematika kombinatorika adalah cabang matematika yang mempelajari pengaturan susunan objek-objek.
Aspek-aspek kombinatorika meliputi menghitung objek yang memenuhi
kriteria tertentu, menentukan apakah kriteria dipenuhi, menganalisis
atau mencari objek yang memenuhi kriteria, menentukan objek "terbesar",
"terkecil", atau yang "optimal", dan menentukan struktur suatu objek.
Bidang ini bisa digunakan untuk menentukan strategi dengan memperkirakan peluang. Matematikawan bidang ini bisa jadi konsultan/bussines analysist perusahaan
3. Statistika
Matematika dan statistika adalah 2 ilmu yang serupa tapi tak sama. Jadi, matematika peminatan statistika mengintegrasikan dasar-dasar matematika dan statistika terapan dengan melakukan pengolahan dan analisa data.
Dari data yang ada, akan ditarik kesimpulan dan keputusan untuk
menyelesaikan suatu masalah. Matematikawan bidang ini bisa menjadi peneliti, dosen atau bekerja di lembaga-lembaga survei, BPS, dan berbagai perusahaan.
4. Komputasi/informatika
Bidang
ini mengintegrasikan dasar-dasar matematika dan komputer. Apa bedanya
dengan t. informatika? T. informatika lebih kepada pengembangan
komputer, sementara matematika komputasi digunakan untuk mencari
penyelesaian optimasi suatu masalah dengan membuat pemodelan masalah
tersebut , lalu disimulasikan dengan bantuan komputer. Banyak
masalah industri, teknik, kesehatan, sains, bisnis, dan ekonomi yang
membutuhkan bidang ini. Matematikawan komputasi banyak yang jadi programmer di berbagai perusahaan, ada juga yang jadi peneliti, dosen, bahkan berwirausaha. Menurut saya, prospek bidang ini juga sangat bagus
Jadi, matematika itu nggak selalu ngurusin angka kok!
Saya aja pernah dapat tugas analisa yang gak ada angkanya sama sekali.
Kalo kamu ngerasa punya analisis yang kuat + pengen mengembangkan
matematika, silahkan masuk peminatan murni. Kalo kamu suka matematika
aplikasi, masuk aja ke matematika terapan. Kalo suka main sama
data-data + punya ketelitian yang bagus, kamu cocok banget tuh di
matematika statistika. Bagi yang
doyan otak-atik komputer, pemodelan matematika dan pemrograman, pilih
aja matematika komputasi. Memilih peminatan/kelompok keahlian biasanya
di semester 5. Saran saya, sebelum memilih PT, kamu cek dulu peminatan
matematika yang tersedia. Yang saya sebutkan diatas hanyalah sebatas
pengetahuan saya, semoga bermanfaat. So? Tunggu apalagi? AYO MASUK MATEMATIKA FMIPA!!!!
Belajar Matematika Industri
Matematika, ya selama ini menjadi momok bagi sebagian pelajar.
Padahal jika kita mau untuk berkawan dengan matematika itu, kita dapat mengaplikasikan ilmu tersebut untuk berbagai hal didalam kehidupan ini.
Nah, apalagi sudah menginjak pendidikan tinggi. Tidak hanya matematika dasar saja tetapi juga terdapat banyak cabang matematika.
Salah satunya adalah MATEMATIKA INDUSTRI. Yah, Matematika yang satu ini lebih berkecimpung didalam dunia perindustrian dan pengaplikasiannya untuk mengambil keputusan.
Bismillah, akan saya coba untuk sedikit berbagi ilmu tentang matind.
Matematika Industri akan membahas tentang Determinan, Matriks, Vektor dan Trigonometri.
Mungkin sudah kita pelajari istilah diatas pada waktu sekolah menengah atas ataupun kejuruan. Tapi didunia perkuliahan sedikit lebih dalam untuk membahas satru per satu bagian dari sub bahasan diatas.
Saya akan memberikan soft copy materi tentang Matematika Industri yang saya peroleh dari dosen saya Bapak Mas'ud Effendi.
semoga materi ini dapat sedikit membantu.
Padahal jika kita mau untuk berkawan dengan matematika itu, kita dapat mengaplikasikan ilmu tersebut untuk berbagai hal didalam kehidupan ini.
Nah, apalagi sudah menginjak pendidikan tinggi. Tidak hanya matematika dasar saja tetapi juga terdapat banyak cabang matematika.
Salah satunya adalah MATEMATIKA INDUSTRI. Yah, Matematika yang satu ini lebih berkecimpung didalam dunia perindustrian dan pengaplikasiannya untuk mengambil keputusan.
Bismillah, akan saya coba untuk sedikit berbagi ilmu tentang matind.
Matematika Industri akan membahas tentang Determinan, Matriks, Vektor dan Trigonometri.
Mungkin sudah kita pelajari istilah diatas pada waktu sekolah menengah atas ataupun kejuruan. Tapi didunia perkuliahan sedikit lebih dalam untuk membahas satru per satu bagian dari sub bahasan diatas.
Saya akan memberikan soft copy materi tentang Matematika Industri yang saya peroleh dari dosen saya Bapak Mas'ud Effendi.
semoga materi ini dapat sedikit membantu.
Pilihan Kata Bisa Mengubah Fungsi Otak
Kata-kata dapat mengubah otak. Kata positif dan kata negatif membawa dampak berbeda pada fungsi otak Anda.
Dalam bukunya, Words Can Change Your Brain, Andrew Newberg dan Mark Robert Waldman menuliskan "sebuah kata punya kekuatan untuk memengaruhi ekspresi gen yang mengatur stres fisik dan emosi."
Lebih jauh, penulis yang mendasari tulisannya dengan penelitian ini memaparkan, kata-kata positif seperti "cinta" dan "damai" bisa mengubah ekspresi gen, memperkuat area di lobus frontal, dan meningkatkan fungsi kognitif otak. Kata positif mendorong pusat motivasi di otak untuk melakukan tindakan.
Sebaliknya, bahasa yang mengandung perseteruan dapat mengganggu gen tertentu yang memainkan peran kunci dalam produksi zat kimia saraf. Padahal, zat kimia saraf ini melindungi kita dari stres.
Kata-kata negatif juga bisa meningkatkan aktivitas di amygdala, yaitu pusat rasa takut di otak. Kata negatif bisa melepas puluhan hormon stres dan neurotransmitter, yang pada gilirannya mengganggu fungsi otak.
"Kata-kata penuh amarah mengirimkan pesan peringatan ke otak, secara bertahap menghentikan kerja pusat logika di lobus frontal," tulis Newberg dan Waldman.
Menurut Newberg dan Waldman, penggunaan kata yang tepat juga membantu seseorang untuk bisa lebih menerima dan menghadapi realitas hidup.
Dengan mempertahankan kata-kata positif dan optimistis di otak, aktivitas di lobus frontal bisa terstimulasi. Area di otak ini meliputi pusat bahasa yang berhubungan langsung ke area motor korteks yang mendorong seseorang melakukan tindakan.
Riset yang dilakukan Newberg dan Waldman menunjukkan semakin lama seseorang memusatkan pikiran dengan kata positif, semakin banyak bagian lain di otak yang terstimulasi. Misalnya, fungsi lobus parietal mulai berubah, yang kemudian mengubah persepsi diri dan orang lain yang berinteraksi dengan Anda.
Pandangan positif terhadap diri sendiri akan membuat Anda cenderung berpikir positif tentang orang lain yang berinteraksi dengan Anda. Sementara itu, persepsi diri yang negatif akan mendorong seseorang untuk bersikap penuh curiga dan ragu-ragu. Seiring waktu, struktur thalamus di otak juga akan berubah dalam merespons kata-kata, pikiran dan perasaan. Perubahan pada thalamus ini juga bisa memengaruhi cara seseorang dalam menerima dan menghadapi kenyataan hidup.
Dalam bukunya, Words Can Change Your Brain, Andrew Newberg dan Mark Robert Waldman menuliskan "sebuah kata punya kekuatan untuk memengaruhi ekspresi gen yang mengatur stres fisik dan emosi."
Lebih jauh, penulis yang mendasari tulisannya dengan penelitian ini memaparkan, kata-kata positif seperti "cinta" dan "damai" bisa mengubah ekspresi gen, memperkuat area di lobus frontal, dan meningkatkan fungsi kognitif otak. Kata positif mendorong pusat motivasi di otak untuk melakukan tindakan.
Sebaliknya, bahasa yang mengandung perseteruan dapat mengganggu gen tertentu yang memainkan peran kunci dalam produksi zat kimia saraf. Padahal, zat kimia saraf ini melindungi kita dari stres.
Kata-kata negatif juga bisa meningkatkan aktivitas di amygdala, yaitu pusat rasa takut di otak. Kata negatif bisa melepas puluhan hormon stres dan neurotransmitter, yang pada gilirannya mengganggu fungsi otak.
"Kata-kata penuh amarah mengirimkan pesan peringatan ke otak, secara bertahap menghentikan kerja pusat logika di lobus frontal," tulis Newberg dan Waldman.
Menurut Newberg dan Waldman, penggunaan kata yang tepat juga membantu seseorang untuk bisa lebih menerima dan menghadapi realitas hidup.
Dengan mempertahankan kata-kata positif dan optimistis di otak, aktivitas di lobus frontal bisa terstimulasi. Area di otak ini meliputi pusat bahasa yang berhubungan langsung ke area motor korteks yang mendorong seseorang melakukan tindakan.
Riset yang dilakukan Newberg dan Waldman menunjukkan semakin lama seseorang memusatkan pikiran dengan kata positif, semakin banyak bagian lain di otak yang terstimulasi. Misalnya, fungsi lobus parietal mulai berubah, yang kemudian mengubah persepsi diri dan orang lain yang berinteraksi dengan Anda.
Pandangan positif terhadap diri sendiri akan membuat Anda cenderung berpikir positif tentang orang lain yang berinteraksi dengan Anda. Sementara itu, persepsi diri yang negatif akan mendorong seseorang untuk bersikap penuh curiga dan ragu-ragu. Seiring waktu, struktur thalamus di otak juga akan berubah dalam merespons kata-kata, pikiran dan perasaan. Perubahan pada thalamus ini juga bisa memengaruhi cara seseorang dalam menerima dan menghadapi kenyataan hidup.
Gizi untuk Bikin Lebih Konsentrasi
Kesibukan dan tekanan pekerjaan kerap menimbulkan banyak masalah. Gangguan kesehatan mulai dari stres hingga ancaman kekurangan nutrisi dapat menurunkan produktivitas di tempat kerja. Kondisi kesehatan pun rentan mengalami penurunan dan membuat tubuh rentan terhadap penyakit.
Untuk mengantisipasi masalah ini, para pekerja kantoran mesti ‘lebih melek’ soal pentingnya asupan gizi dan nutrisi. Karena faktanya, faktor nutrisi memegang peran sangat penting dalam menunjang produktivitas di kantor.
Menurut spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr Samuel Oetoro, mereka yang selalu sibuk di kantor tak boleh menyepelekan asupan gizi karena berdampak pada menurunnya kemampuan berpikir dan produktivitas.
Oetoro memaparkan, kebutuhan kalori manusia per hari rata-rata adalah sekitar 2.000-2.300 untuk pria, dan 1.500-1.800 untuk wanita. Namun mencukupi kebutuhan kalori saja belum cukup untuk menjaga produktivitas, Ia menekankan, perlunya memberi perhatian khusus pada asupan nutrisi, khususnya gizi yang lengkap dan seimbang.
“Nutrisi yang lengkap dan seimbang itu terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Sumbernya pun perlu diperhatikan untuk mendapatkan zat gizi yang lebih sehat," ujarnya kepada Kompas Health.
Samuel menjelaskan, sumber nutrisi yang sehat bisa berasal dari pilihan makanan-makanan tertentu yang lebih sehat. Pemilihan jenis makanan ini menjadi poin krusial karena meski jumlah kalori yang disarankan sudah tercukupi, namun jika pilihan makanannya keliru, produktivitas tetap akan menurun.
Makanan apa yang baik?
Untuk mengantisipasi masalah ini, para pekerja kantoran mesti ‘lebih melek’ soal pentingnya asupan gizi dan nutrisi. Karena faktanya, faktor nutrisi memegang peran sangat penting dalam menunjang produktivitas di kantor.
Menurut spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr Samuel Oetoro, mereka yang selalu sibuk di kantor tak boleh menyepelekan asupan gizi karena berdampak pada menurunnya kemampuan berpikir dan produktivitas.
Oetoro memaparkan, kebutuhan kalori manusia per hari rata-rata adalah sekitar 2.000-2.300 untuk pria, dan 1.500-1.800 untuk wanita. Namun mencukupi kebutuhan kalori saja belum cukup untuk menjaga produktivitas, Ia menekankan, perlunya memberi perhatian khusus pada asupan nutrisi, khususnya gizi yang lengkap dan seimbang.
“Nutrisi yang lengkap dan seimbang itu terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Sumbernya pun perlu diperhatikan untuk mendapatkan zat gizi yang lebih sehat," ujarnya kepada Kompas Health.
Samuel menjelaskan, sumber nutrisi yang sehat bisa berasal dari pilihan makanan-makanan tertentu yang lebih sehat. Pemilihan jenis makanan ini menjadi poin krusial karena meski jumlah kalori yang disarankan sudah tercukupi, namun jika pilihan makanannya keliru, produktivitas tetap akan menurun.
Makanan apa yang baik?
Samuel memaparkan beberapa kiat bagi “orang kantoran” dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya setiap hari. Misalnya, untuk asupan karbohidrat, perlu dipilih yang memiliki indeks glikemik rendah atau karbohidrat kompleks, yaitu nasi merah atau kentang dengan kulitnya.
Ia juga menegaskan perlunya menghindari jenis makanan yang mengandung karbohidrat sederhana seperti gula atau makanan yang banyak mengandung tepung. Makanan tersebut, kata dia, justru merugikankarena dapat berkontribusi dalam mengurangi daya pikir dan konsentrasi.
Untuk lemak, Samuel lebih menyarankan asupannya berasal dari lemak sehat yang kaya asam lemak tak jenuh semisal omega 3 seperti minyak ikan, omega 6 seperti kedelai, dan omega 9 seperti minyak zaitun. Dan lemak yang perlu dihindari, lanjut dia, yaitu yang berasal dari gorengan, daging merah, atau pun makanan laut.
Zat gizi lainnya yang tak kalah penting yaitu protein, Samuel menyarankan untuk menyeimbangkannya antara asupan protein nabati dan hewani. Protein nabati berasal dari kacang-kacangan, sedangkan protein hewani didapatkan dari daging ayam tanpa kulit.
"Selain itu, perbanyak juga konsumsi sayur dan buah untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral," saran Samuel.
Diet tinggi protein
Selain ancaman kekurangan gizi, masalah yang kerap dihadapi kaum pekerja kantoran adalah perasaan mudah lapar. Tak heran jika banyak pekerja kantoran yang dari tahun ke tahun berat badannya terus mengalami peningkatan.
Untuk menyiasati rasa lapar yang kerap menyerang di tempat kerja, pakar gizi Fiastuti Witjaksono, menyarankan pola makan tinggi protein. "Kalau biasanya kita disarankan untuk mengasup protein 15-20 persen, untuk diet khusus ini konsumsilah protein sampai 40 persen dari total kalori," katanya.
Ia juga menegaskan perlunya menghindari jenis makanan yang mengandung karbohidrat sederhana seperti gula atau makanan yang banyak mengandung tepung. Makanan tersebut, kata dia, justru merugikankarena dapat berkontribusi dalam mengurangi daya pikir dan konsentrasi.
Untuk lemak, Samuel lebih menyarankan asupannya berasal dari lemak sehat yang kaya asam lemak tak jenuh semisal omega 3 seperti minyak ikan, omega 6 seperti kedelai, dan omega 9 seperti minyak zaitun. Dan lemak yang perlu dihindari, lanjut dia, yaitu yang berasal dari gorengan, daging merah, atau pun makanan laut.
Zat gizi lainnya yang tak kalah penting yaitu protein, Samuel menyarankan untuk menyeimbangkannya antara asupan protein nabati dan hewani. Protein nabati berasal dari kacang-kacangan, sedangkan protein hewani didapatkan dari daging ayam tanpa kulit.
"Selain itu, perbanyak juga konsumsi sayur dan buah untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral," saran Samuel.
Diet tinggi protein
Selain ancaman kekurangan gizi, masalah yang kerap dihadapi kaum pekerja kantoran adalah perasaan mudah lapar. Tak heran jika banyak pekerja kantoran yang dari tahun ke tahun berat badannya terus mengalami peningkatan.
Untuk menyiasati rasa lapar yang kerap menyerang di tempat kerja, pakar gizi Fiastuti Witjaksono, menyarankan pola makan tinggi protein. "Kalau biasanya kita disarankan untuk mengasup protein 15-20 persen, untuk diet khusus ini konsumsilah protein sampai 40 persen dari total kalori," katanya.
Kebutuhan protein tersebut bisa didapatkan dari beragam sumber seperti putih telur, ikan, kacang-kacangan, atau susu tinggi protein. Agar lebih efektif, Fiatuti menganjurkan untuk mengkombinasikan protein dengan serat.
Meski begitu, diet tinggi protein ini tidak disarankan untuk dilakukan setiap hari. "Kita bisa memilihnya saat sarapan atau malam hari sebagai menu makan malam di saat harus lembur," katanya.
Faktanya, mencukupi kebutuhan nutrisi terutama protein memang penting artinya bagi kemampuan berpikir dan konsentrasi. Sebuah studi terbaru menunjukkan, asupan nutrisi khususnya protein memiliki peran dalam membantu mendukung daya pikir dan konsentrasi.
Riset yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition 2013 edisi online menemukan, pemberian suplemen makanan protein dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif khususnya bagi orang dewasa. Studi para ahli dari Departemen Psikiatri, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Putra Malaysia ini melibatkan 46 peserta yang dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Peserta terdiri dari wanita dan pria yang berusia antara 35 hingga 65 tahun. Peserta tidak memiliki penyakit apapun yang membutuhkan pengobatan.
Para peneliti ini memberikan dua perlakuan pada peserta, kelompok pertama diberi suplemen protein dari saripati ayam (essence of chicken) selama enam minggu. Sementara kelompok lainnya diberi plasebo sebagai pembanding.
Pada awal dan akhir pemberian perlakuan, para peserta menjalani tes untuk menentukan fungsi kognitif mereka seperti tes perhatian dan daya ingat. Hasilnya, secara keseluruhan, peserta yang diberi suplemen protein memiliki skor yang lebih baik setelah diberi perlakuan dibandingkan dengan kelompok plasebo. Ini artinya, suplemen protein memiliki peran untuk meningkatkan fungsi otak yang mengatur daya konsentrasi dan fungsi kognitif pada orang dewasa sehat.
Riset yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition 2013 edisi online menemukan, pemberian suplemen makanan protein dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif khususnya bagi orang dewasa. Studi para ahli dari Departemen Psikiatri, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Putra Malaysia ini melibatkan 46 peserta yang dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Peserta terdiri dari wanita dan pria yang berusia antara 35 hingga 65 tahun. Peserta tidak memiliki penyakit apapun yang membutuhkan pengobatan.
Para peneliti ini memberikan dua perlakuan pada peserta, kelompok pertama diberi suplemen protein dari saripati ayam (essence of chicken) selama enam minggu. Sementara kelompok lainnya diberi plasebo sebagai pembanding.
Pada awal dan akhir pemberian perlakuan, para peserta menjalani tes untuk menentukan fungsi kognitif mereka seperti tes perhatian dan daya ingat. Hasilnya, secara keseluruhan, peserta yang diberi suplemen protein memiliki skor yang lebih baik setelah diberi perlakuan dibandingkan dengan kelompok plasebo. Ini artinya, suplemen protein memiliki peran untuk meningkatkan fungsi otak yang mengatur daya konsentrasi dan fungsi kognitif pada orang dewasa sehat.
Langganan:
Postingan (Atom)
