Senin, 09 Desember 2013

belajar kalkulus

rame abiiiiis.sdjgh whgvwrrfvsfos czfsz of ofs
Cara membuat makalah yang baik dan benar – Makalah merupakan sebuah tulisan yang bersifat resmi mengenai suatu bahasan yang ditujukan untuk dipresentasikan di depan khalayak umum atau dalam sebuah sidang. Makalah seperti karya ilmiah lainnya, disusun secara sistematis menggunakan bahasa yang baku. Makalah biasanya disusun oleh pelajar tingkatan SMA ataupun mahasiswa sebagai tugas pembelajaran. Namun kini pelajar SMP juga sudah mulai dikenalkan dengan makalah. Setelah tahu pengertian makalah, mungkin kita masih kebingungan bagaimana cara membuat makalah ? apa yang harus ditulis dalam makalah ?
Description: membuat makalah yang benar
Nah, kali ini segalacara akan memberikan sedikit gambaran mengenai cara membuat makalah yang baik dan benar, berikut ini tips nya.
Cara membuat makalah:
  1. Pilih topik yang akan Anda angkat dalam makalah
  2. Pelajari topik tersebut
  3. Cari referensi sebanyak banyaknya menyangkut topik tersebut, paling tidak 3-5 buku acuan.
  4. Hindari mengambil sumber dari internet, karena kurang kuat dan sebagia besar merupakan hasil copas.
  5. Perhatikan hal hal penting dalam membuat makalah
  6. Gunakan bahasa Indonesia yang baku
  7. Susun kalimat dengan jelas dan mudah dipahami
  8. Ulasan singkat, jelas dan berbobot
Cara menyusun Makalah
Menyusun atau membuat makalah tidaklah boleh sembarangan harus mengikuti kerangka baku sebuah makalah. Berikut ini kerangka untuk membuat makalah
  • Lembar Judul atau Jilid
  1. Judul makalah
  2. Nama dan Nim
  3. Nama dan Tempat Perguruan Tinggi- Tahun
  4. Lembar Pengesahan
  • Kata Pengantar
  • Daftar Isi
  • Daftar Gambar
  • Daftar Tabel
  • Tubuh Makalah
  1. a. Pendahuluan : Terbagi menjadi 3 Sub Bab 
  • Latar belakang
  • Ruang lingkup
  • Maksud dan tujuan penulisan
  • Pembahasan 
  • Penutup 
  1. Kesimpulan 
  2. Saran
Format penulisan makalah
Untuk kebutuhan cetak, format penulisan makalah sebaiknya mengikuti penyusunan karya ilmiah lainnya. Yaitu :
Atas : 4 cm
Kiri : 4 cm
Bawah : 3 cm
Kanan : 3 cm
Itulah beberapa tips dan cara yang perlu diperhatikan ketika ingin membuat makalah. Semoga bermanfaat
Pencarian Terbaru:
  • cara susun makalah
  • cara membuat makalah pdf
  • cara membuat makalah
  • metode membuat makalah pdf
  • contoh kesimpulan makalah prakarya
  • Langkah-langkah membuat makalah yang sistematis
  • langkah-langkah secara sistematik penulisan makalah
  • Langkah membuat makalah secara umum
  • tips menyusun makalah
  • kerangka makalah yang sistematis

Minggu, 08 Desember 2013

"Bersosialisasi", Cara Penting untuk Sehat

KOMPAS.com - Dalam buku Age Smart  karangan Jeffrey Rosensweig, PH.D, Betty Lu, ada cerita tentang pentingnya hubungan seseorang dengan orang lain  dalam kehidupan, kesehatan manusia. Ceritanya kira-kira begini. Di Eropa, suatu ketika di rumah penitipan yatim piatu, dokter dan perawat sangat heran karena dalam beberapa bulan ini semua bayi yang ada di dalam ruangan itu sering menangis sepanjang malam, kecuali seorang bayi.
Tidak hanya bayi yang satu itu, tetapi setiap bayi yang ada dalam tempat tidur yang sama, jadi, walaupun bayi itu berganti, bayi yang ada dalam tempat tidur yang sama, tetap tidak menangis, tidak seperti bayi-bayi lainnya. Melihat hal itu, sang dokter berusaha mencari kemungkinan apa penyebabnya.

Tidak berapa lama kemudian, diketahui bahwa setiap pagi hari seorang perempuan yang menjaga kebersihan ruangan, sebelum masuk ke ruangan, yang pertama kali dia lakukan adalah mengambil, menimang, memeluk bayi yang ada dalam tempat tidur bayi yang sama. Bayi yang membuat dokter dan perawatnya heran, dan ingin tahu mengapa setiap bayi yang ada di dalam tempat tidur itu, selalu tidur nyenyak sepanjang malam. “Hmm.. baru Saya mengerti, mengapa bayi yang ada di sana”, bisik dokter yang merawatnya.

Seperti bayi di atas, karena sentuhan, pelukan, hubungan yang didapatkannya dari orang lain membuat dia lebih tenang,  bisa tidur lebih nyenyak. Kita sebagai manusia pada dasarnya juga begitu. Manusia tidak dapat hidup sendiri, manusia perlu orang lain. Mulai dari saat kelahiran saja, manusia itu membutuhkan orang lain di sekitarnya. Semakin tua seseorang, keberadaan, hubungan-hubungan itu semakin dibutuhkan. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa hidup memyendiri, terisolasi secara sosial, sama buruk efek nya dibandingkan kebiasaan merokok, makanan tidak sehat, obesitas.

Penelitian pada suku-suku yang terkenal dengan banyaknya jumlah penduduknya yang berusia di atas 100 tahun, atau dikenal dengan istilah centenarian seperti suku Hunza di Pakistan, Okinawa di Jepang, Vilcabamba di pegunungan  equador, dan Abkhasia di kaukasus, hubungan, ikatan sosial yang kuat, tidak hanya dalam keluarga besar, tetapi juga dengan tetangga dan masyarakat luas merupakan ciri khas kehidupan mereka.
Di Abkhasia misalnya, kesejahteraan seseorang bukan dinilai dari banyaknya uang yang mereka miliki, tetapi dari jumlah dan kualitas hubungan sosial yang mereka jaga. Kesuksesan seseorang tidak terletak pada jumlah rekening mereka di bank, tanah atau harta lain yang mereka miliki, tetapi dari banyaknya hubungan, teman, keluarga, dan tamu yang berkunjung dan menginap di Rumah mereka.

Banyak penelitian yang terkait dengan pengaruh hubungan sosial, teman, dukungan kelompok terhadap proses penyembuhan, dan bahkan harapan hidup seseorang. Sudah lebih dari 20 tahun saya sebagai internist, pengalaman di bangsal dalam merawat pasien, menunjukkan pentingnya interaksi sosial ini. Pasien yang sering mendapatkan kunjungan dari temannya, dukungan kuat dari keluarganya, saya lihat proses penyembuhannya lebih cepat, angka pulang paksanya lebih rendah, mereka tidak banyak mengeluh,  dan barangkali angka kematiannya juga lebih kecil.

Penelitian yang dilakukan pada 86 wanita pasien kanker payudara yang sudah mengalami metastase, yang menerima terapi yang sama, tetapi satu kelompok, disamping itu juga mendapatkan dukungan pertemuan grup sekali dalam seminggu.
Ternyata, mereka yang mendapatkan dukungan grup ini mempunyai rata-rata harapan hidup 2 kali lebih lama dari kelompok yang tidak, hanya mendapatkan terapi seperti biasa.  Tidak hanya itu, mereka yang aktif menghadiri pertemuan kelompok juga lebih baik kualitas hidupnya, dan lebih bahagia.

Suatu riset para ahli dari Brigham Young University menunjukkan, mereka yang mempunyai hubungan erat dengan keluarga, teman, dan kelompok kerjanya mempunyai risiko kematian 50 persen lebih kecil dalam periode tertentu dibandingkan dengan kelompok yang hubungannya lebih lemah. Ini artinya anda mempunyai harapan hidup lebih lama.

Lalu, apa sebabnya hubungan sosial yang positif mempunyai pengaruh terhadap kesehatan seseorang, bahkan harapan hidupnya? Jawabannya sangat sederhana sekali. Coba anda berkumpul dengan teman-teman anda. Barangkali sudah puluhan tidak ketemu, kemudian melaksanakan reuni. Apa yang anda rasakan ketika berada di tengah-tengah mereka ? Pasti anda akan banyak ketawa, bercengkrama, senang, gembira, bahagia. Dan, andaikan anda punya masalah, stres waktu itu, stres itu pun akan hilang. Maka, salah satu pengaruh hubungan sosial yang positip adalah membantu anda  mengelola stres.
Hubungan yang baik dengan anak, pasangan anda, keluarga besar, teman, tetangga dan bahkan siapa-pun juga dapat menekan hormon kortisol yang tinggi pada saat Anda stres. Seperti diketahui hormon kortisol ini, yang  dikenal sebagai hormon stress yang membuat jantung anda berdebar cepat, tekanan darah anda naik, keringat dingin bercucuran, otot-otot menjadi tegang, dan anda  bisa tidak tidur sepanjang malam.

Hubungan sosial yang positif juga mempengaruhi gaya hidup, perilaku seseorang. Andaikan anda berhubungan baik dengan seseorang yang sehat, anda juga akan ketularan dengan kebiasaan sehat yang dia lakukan. Anda mungkin termotivasi untuk olahraga, makan yang sehat, tidak merokok  tidak minum alkohol,  tidur lebih nyenyak,  dan sebagainya.
Dukungan positif saat anda jatuh sakit, membantu memberikan obat, menyuapi, mengambilkan air minum, mengupaskan buah-buahan, membimbing ke belakang, memijet kepala, bahu anda yang sakit, pasti mempunyai pengaruh positif terhadap penyembuhan anda. Keberadaan orang lain yang bersahabat, yang penuh kasih sayang di sekitar anda membuat anda lebih percaya diri, berpikir positif, dan bersemangat. Bila anda aktif dalam kelompok senam jantung sehat misalnya, selain anda mendapat manfaat dari aktivitas senam itu, kegiatan lain yang terkait juga akan anda peroleh.

Karena itu, untuk tetap sehat, selain aktivitas olahraga, memilih makanan yang sehat, berhenti  merokok, menjauhi alkohol, hubungan sosial yang erat yang anda jalin juga sangat menentukan. Ini adalah cara baru untuk sehat, kata beberapa penulis. Maka, aktiflah berinteraksi, tidak hanya terbatas dalam keluarga inti anda, tetapi lingkungan di sekitar anda, tempat kerja dan teman-teman Anda. Saya yakin, siapapun yang aktif, sering bersilaturrahim akan lebih sehat.

Sabtu, 07 Desember 2013

Peminatan dalam Matematika MIPA

 
Sebelumnya, saya pernah membuat postingan Kuliah Matematika Murni? (prospek lulusan matematika non-pendidikan). Lalu, muncullah pertanyaan apa yang dipelajari di jurusan matematika MIPA? Apa saja peminatannya? Berhubung saya mahasiswa tingkat I, wawasan saya memang belum banyak, tapi akan saya jawab semampu saya
Pelajaran matematika tingkat mahasiswa jauh berbeda dengan matematika tingkat siswa. Dari tingkat SD hingga SMA, matematika yang diperkenalkan adalah matematika yang "kaku"Hurmph. Siswa hanya diberi rumus, kemudian dilatih untuk berhitung. Padahal, matematika yang sesungguhnya tidak sekedar berhitung. Berhitung hanyalah bagian kecil dari matematika. Objek dari matematika yang sebenarnya adalah konsep abstrak di pikiran kita. Di bangku perkuliahan, mahasiswa akan diajarkan konsep-konsep dasar matematika yang terdiri dari definisi, aksioma, dan teorema (DAT).

Untuk definisi dan aksioma, mahasiswa cukup memahaminya saja (tapi, harus benar-benar paham, lho!Big Smile).  Untuk  teorema, kita harus mampu membuat pembuktiannya. Disini, kita akan diajarkan metode-metode pembuktian, serta menggunakan definisi dan aksioma yang sudah ada agar suatu teorema terbukti benar. Pada tahap pembuktian inilah kita akan menemukan matematika yang sebenarnya, matematika yang bukan sekedar menghitung tetapi yang benar-benar membutuhkan mathematical intelligence. Pada tahap selanjutnya, kita harus bisa menerapkan konsep-konsep matematika untuk membuat penyelesaian masalah (problem solving).

Karena peminatan matematika tiap PT itu berbeda-beda, jadi saya berusaha mengklasifikasikan sebagai berikut:

1.   Murni

Dalam peminatan ini, mahasiswa akan mengkaji matematika sedalam-dalamnya (penerapannya tidak dipelajari begitu mendalam). Beberapa PT menyebut peminatan ini  analisis & aljabar. Adapula yang memisahkannya menjadi:

a.      Matematika analisis & geometri

Bidang ini menekankan pada pengembangan dasar-dasar matematika dan analisis sehingga mampu mengikuti dan mengembangkan teori-teori baru di Matematika dan ilmu lain

b.      Matematika aljabar & diskrit

Bidang ini menekankan pada pemahaman dan pengembangan dasar-dasar Matematika dan aljabar sehingga mampu mengikuti dan mengembangkan teori-teori baru di Matematika dan ilmu lain. 
Matematikawan dari bidang murni dapat menjadi seorang dosen dan peneliti untuk memecahkan permasalahan bisnis, pendidikan, dan industri. Menurut saya, bidang ini prospek kerjanya sangat bagus, karena bisa masuk ke berbagai industri dan lembaga litbang 
2.   Terapan

Jika disebut peminatan matematika terapan, biasanya yang dibahas masih global. Karena itu, beberapa PT membagi peminatan ini menjadi:

a.      Industri, keuangan  & Aktuaria

Bidang ini mengaplikasikan metode matematika dan statistika untuk menganalisa risiko. Dari sini, akan lahir aktuaris-aktuaris, yaitu para profesional di bidang keuangan dan asuransi yang menganalisa dan menangani dampak ekonomi dari risiko dan ketidakpastian. Untuk itu, lulusan matematika aktuaria harus mengikuti tes sertifikasi aktuaris yang dilaksanakan oleh Persatuan Aktuaris Indonesia. Aktuaris saat ini sangat dibutuhkan dan sangat dicari oleh perusahaan asuransi, perbankan, dan ada juga yang ditempatkan di bag. Keuangan perusahaan dan karyawan kemenkeu

b.      Riset operasi

Riset operasi adalah cabang multi-disiplin dari matematika terapan yaitu pemodelan matematika, statistika dan algoritma untuk memperoleh hasil yang optimal dari sebuah permasalahan nyata. Hasil yang optimal dapat berarti memaksimalkan keuntungan atau meminimalkan kerugian secara tersendiri atau bersamaan. Riset operasi bisa diterapkan pada mesin (misalnya mesin hemat energi), manajemen perusahaan, dll. Industri yang membutuhkan bidang ini diantaranya industri elektronik, mesin, energi, dll

c.       Matematika Ekonomi & Bisnis

Sesuai namanya, masalah yang dibahas disini adalah ekonomi/bisnis  seperti biaya, harga, upah tenaga kerja, permintaan dan penawaran, penghasilan dan laba, produksi dan sebagainya yang diselesaikan dengan menggunakan analisis matematika untuk mendapatkan kesimpulan dan keputusan yg terbaik. Beberapa matematikawan yang mengambil bidang ini sukses menjadi manajer, karyawan bank dan kemendag, konsultan/bussines analysist perusahaan, bahkan ada yang meraih nobel bidang ekonomi

d.      Pemodelan & sistem

Pemodelan Sistem adalah suatu bentuk penyederhanaan dari sebuah elemen dan komponen yang sangat kompleks untuk memudahkan pemahaman dari informasi yang dibutuhkan. Bidang minat ini menekankan pada pemahaman dan pengembangan dasar-dasar Matematika, pemodelan Matematika dan sistem, sehingga mampu mengembangkan dan menerapkannya dalam permasalahan teknik. Industri yang membutuhkan matematikawan pemodelan adalah migas, listrik, dsb.

e.      Matematika kombinatorika

Matematika kombinatorika adalah cabang matematika yang mempelajari pengaturan susunan objek-objek. Aspek-aspek kombinatorika meliputi menghitung objek yang memenuhi kriteria tertentu, menentukan apakah kriteria dipenuhi, menganalisis atau mencari objek yang memenuhi kriteria, menentukan objek "terbesar", "terkecil", atau yang "optimal", dan menentukan struktur suatu objek. Bidang ini bisa digunakan untuk menentukan strategi  dengan memperkirakan peluang. Matematikawan bidang ini bisa jadi konsultan/bussines analysist perusahaan

3.  Statistika

Matematika dan statistika adalah 2 ilmu yang serupa tapi tak sama. Jadi, matematika peminatan statistika mengintegrasikan dasar-dasar matematika dan statistika terapan dengan melakukan pengolahan dan analisa data. Dari data yang ada, akan ditarik kesimpulan dan keputusan untuk menyelesaikan suatu masalah. Matematikawan bidang ini bisa menjadi peneliti, dosen atau bekerja di lembaga-lembaga survei, BPS, dan berbagai perusahaan.

4.   Komputasi/informatika

Bidang ini mengintegrasikan dasar-dasar matematika dan  komputer. Apa bedanya dengan t. informatika? T. informatika lebih kepada pengembangan komputer, sementara matematika komputasi digunakan untuk mencari penyelesaian optimasi suatu masalah dengan membuat pemodelan masalah tersebut , lalu disimulasikan dengan bantuan komputer. Banyak masalah industri, teknik, kesehatan, sains, bisnis, dan ekonomi yang membutuhkan bidang ini. Matematikawan komputasi banyak yang jadi programmer di berbagai perusahaan, ada juga yang jadi peneliti, dosen, bahkan berwirausaha. Menurut saya, prospek bidang ini juga sangat bagus


Jadi, matematika itu nggak selalu ngurusin angka kok!Big Smile Saya aja pernah dapat tugas analisa yang gak ada angkanya sama sekali. Kalo kamu ngerasa punya analisis yang kuat + pengen mengembangkan matematika, silahkan masuk peminatan murni. Kalo kamu suka matematika aplikasi, masuk aja ke matematika terapan. Kalo suka main sama data-data + punya ketelitian yang bagus, kamu cocok banget tuh di matematika statistika.  Bagi yang doyan otak-atik komputer, pemodelan matematika dan pemrograman, pilih aja matematika komputasi. Memilih peminatan/kelompok keahlian biasanya di semester 5. Saran saya, sebelum memilih PT, kamu cek dulu peminatan matematika yang tersedia. Yang saya sebutkan diatas hanyalah sebatas pengetahuan saya, semoga bermanfaat. So? Tunggu apalagi? AYO MASUK MATEMATIKA FMIPA!!!!

Belajar Matematika Industri

Matematika, ya selama ini menjadi momok bagi sebagian pelajar.
Padahal jika kita mau untuk berkawan dengan matematika itu, kita dapat mengaplikasikan ilmu tersebut untuk berbagai hal didalam kehidupan ini.

Nah, apalagi sudah menginjak pendidikan tinggi. Tidak hanya matematika dasar saja tetapi juga terdapat banyak cabang matematika.
Salah satunya adalah MATEMATIKA INDUSTRI. Yah, Matematika yang satu ini lebih berkecimpung didalam dunia perindustrian dan pengaplikasiannya untuk mengambil keputusan.

Bismillah, akan saya coba untuk sedikit berbagi ilmu tentang matind.
Matematika Industri akan membahas tentang Determinan, Matriks, Vektor dan Trigonometri.

Mungkin sudah kita pelajari istilah diatas pada waktu sekolah menengah atas ataupun kejuruan. Tapi didunia perkuliahan sedikit lebih dalam untuk membahas satru per satu bagian dari sub bahasan diatas.

Saya akan memberikan soft copy materi tentang Matematika Industri yang saya peroleh dari dosen saya  Bapak Mas'ud Effendi.
semoga materi ini dapat sedikit membantu.

Pilihan Kata Bisa Mengubah Fungsi Otak

Kata-kata dapat mengubah otak. Kata positif dan kata negatif membawa dampak berbeda pada fungsi otak Anda.

Dalam bukunya, Words Can Change Your Brain, Andrew Newberg dan Mark Robert Waldman menuliskan "sebuah kata punya kekuatan untuk memengaruhi ekspresi gen yang mengatur stres fisik dan emosi."

Lebih jauh, penulis yang mendasari tulisannya dengan penelitian ini memaparkan, kata-kata positif seperti "cinta" dan "damai" bisa mengubah ekspresi gen, memperkuat area di lobus frontal, dan meningkatkan fungsi kognitif otak. Kata positif mendorong pusat motivasi di otak untuk melakukan tindakan.

Sebaliknya, bahasa yang mengandung perseteruan dapat mengganggu gen tertentu yang memainkan peran kunci dalam produksi zat kimia saraf. Padahal, zat kimia saraf ini melindungi kita dari stres.

Kata-kata negatif juga bisa meningkatkan aktivitas di amygdala, yaitu pusat rasa takut di otak. Kata negatif bisa melepas puluhan hormon stres dan neurotransmitter, yang pada gilirannya mengganggu fungsi otak.

"Kata-kata penuh amarah mengirimkan pesan peringatan ke otak, secara bertahap menghentikan kerja pusat logika di lobus frontal," tulis Newberg dan Waldman.

Menurut Newberg dan Waldman, penggunaan kata yang tepat juga membantu seseorang untuk bisa lebih menerima dan menghadapi realitas hidup.

Dengan mempertahankan kata-kata positif dan optimistis di otak, aktivitas di lobus frontal bisa terstimulasi. Area di otak ini meliputi pusat bahasa yang berhubungan langsung ke area motor korteks yang mendorong seseorang melakukan tindakan.

Riset yang dilakukan Newberg dan Waldman menunjukkan semakin lama seseorang memusatkan pikiran dengan kata positif, semakin banyak bagian lain di otak yang terstimulasi. Misalnya, fungsi lobus parietal mulai berubah, yang kemudian mengubah persepsi diri dan orang lain yang berinteraksi dengan Anda.

Pandangan positif terhadap diri sendiri akan membuat Anda cenderung berpikir positif tentang orang lain yang berinteraksi dengan Anda. Sementara itu, persepsi diri yang negatif akan mendorong seseorang untuk bersikap penuh curiga dan ragu-ragu. Seiring waktu, struktur thalamus di otak juga akan berubah dalam merespons kata-kata, pikiran dan perasaan. Perubahan pada thalamus ini juga bisa memengaruhi cara seseorang dalam menerima dan menghadapi kenyataan hidup.

Gizi untuk Bikin Lebih Konsentrasi

 Kesibukan dan tekanan pekerjaan kerap menimbulkan banyak masalah. Gangguan kesehatan mulai dari stres hingga ancaman kekurangan nutrisi dapat menurunkan produktivitas di tempat kerja. Kondisi kesehatan pun rentan mengalami penurunan dan membuat tubuh rentan terhadap penyakit.

Untuk mengantisipasi masalah ini, para pekerja kantoran mesti ‘lebih melek’ soal pentingnya asupan gizi dan nutrisi.  Karena faktanya, faktor nutrisi memegang peran sangat penting dalam menunjang produktivitas di kantor.  

Menurut spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr Samuel Oetoro, mereka yang selalu sibuk di kantor tak boleh menyepelekan asupan gizi karena berdampak pada menurunnya kemampuan berpikir dan  produktivitas. 

Oetoro memaparkan, kebutuhan kalori manusia per hari rata-rata adalah sekitar 2.000-2.300 untuk pria, dan 1.500-1.800 untuk wanita. Namun mencukupi kebutuhan kalori saja belum cukup untuk menjaga produktivitas,  Ia menekankan, perlunya memberi perhatian khusus pada asupan nutrisi, khususnya gizi yang lengkap dan seimbang.  

“Nutrisi yang lengkap dan seimbang itu terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Sumbernya pun perlu diperhatikan untuk mendapatkan zat gizi yang lebih sehat," ujarnya kepada Kompas Health.

Samuel menjelaskan, sumber nutrisi yang sehat bisa berasal dari pilihan makanan-makanan tertentu yang lebih sehat. Pemilihan jenis makanan ini menjadi poin krusial karena meski jumlah kalori yang disarankan sudah tercukupi, namun jika pilihan makanannya keliru, produktivitas tetap akan menurun.

Makanan apa yang baik?
Samuel memaparkan beberapa kiat bagi “orang kantoran” dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya setiap hari. Misalnya, untuk asupan karbohidrat, perlu dipilih yang memiliki indeks glikemik rendah atau karbohidrat kompleks, yaitu nasi merah atau kentang dengan kulitnya. 

Ia juga menegaskan perlunya menghindari jenis makanan yang mengandung karbohidrat sederhana seperti gula atau makanan yang banyak mengandung tepung. Makanan tersebut, kata dia, justru merugikankarena dapat berkontribusi dalam mengurangi daya pikir dan konsentrasi. 

Untuk lemak, Samuel lebih menyarankan asupannya berasal dari lemak sehat yang kaya asam lemak tak jenuh semisal omega 3 seperti minyak ikan, omega 6 seperti kedelai, dan omega 9 seperti minyak zaitun. Dan lemak yang perlu dihindari, lanjut dia, yaitu yang berasal dari gorengan, daging merah, atau pun makanan laut.

Zat gizi lainnya yang tak kalah penting yaitu protein, Samuel menyarankan untuk menyeimbangkannya antara asupan protein nabati dan hewani. Protein nabati berasal dari kacang-kacangan, sedangkan protein hewani didapatkan dari daging ayam tanpa kulit. 

"Selain itu, perbanyak juga konsumsi sayur dan buah untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral," saran Samuel.

Diet tinggi protein

Selain ancaman kekurangan gizi, masalah yang kerap dihadapi kaum pekerja kantoran adalah perasaan mudah lapar. Tak heran jika banyak pekerja kantoran yang dari tahun ke tahun berat badannya terus mengalami peningkatan.
Untuk menyiasati rasa lapar yang kerap menyerang di tempat kerja, pakar gizi Fiastuti Witjaksono, menyarankan pola makan tinggi protein. "Kalau biasanya kita disarankan untuk mengasup protein 15-20 persen, untuk diet khusus ini konsumsilah protein sampai 40 persen dari total kalori," katanya.
Kebutuhan protein tersebut bisa didapatkan dari beragam sumber seperti putih telur, ikan, kacang-kacangan, atau susu tinggi protein. Agar lebih efektif, Fiatuti menganjurkan untuk mengkombinasikan protein dengan serat.
Meski begitu, diet tinggi protein ini tidak disarankan untuk dilakukan setiap hari. "Kita bisa memilihnya saat sarapan atau malam hari sebagai menu makan malam di saat harus lembur," katanya.
Faktanya, mencukupi kebutuhan nutrisi terutama protein memang penting artinya bagi kemampuan berpikir dan konsentrasi. Sebuah studi terbaru menunjukkan, asupan nutrisi khususnya protein memiliki peran dalam membantu mendukung daya pikir dan konsentrasi. 

Riset yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition 2013 edisi online menemukan, pemberian suplemen makanan protein  dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif khususnya bagi orang dewasa.  Studi  para ahli dari Departemen Psikiatri, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Putra Malaysia ini melibatkan 46 peserta yang dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Peserta terdiri dari wanita dan pria yang berusia antara 35 hingga 65 tahun. Peserta tidak memiliki penyakit apapun yang membutuhkan pengobatan.

Para peneliti ini memberikan dua perlakuan pada peserta, kelompok pertama diberi suplemen protein dari saripati ayam (essence of chicken) selama enam minggu. Sementara kelompok lainnya diberi plasebo sebagai pembanding. 

Pada awal dan akhir pemberian perlakuan, para peserta menjalani tes untuk menentukan fungsi kognitif mereka seperti tes perhatian dan daya ingat. Hasilnya, secara keseluruhan, peserta yang diberi suplemen protein memiliki skor yang lebih baik setelah diberi perlakuan dibandingkan dengan kelompok plasebo. Ini artinya, suplemen protein memiliki peran untuk meningkatkan fungsi otak yang mengatur daya konsentrasi dan fungsi kognitif pada orang dewasa sehat.

Persiapan Menyambut Hari Juang Siliwangi

A. RAYADIE/"PRLM"
SUKABUMI, (PRLM). - Ratusan personil Markas Komando Distrik (Makodim) 0607/Sukabumi Kota, Sabtu (7/12/2013) terus melakukan persiapan menjelang peringatan Hari Juang Siliwangi.
Kegiatan yang akan dipusatkan di Lapangan Palagan Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Senin (9/12/2013) akan dihadiri Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan Panglima Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi, Mayor Jendaral (Mayjend) TNI Dedi Kusnadi Thamim.
"Peringatan hari Juang Siliwangi di Palagan Bojongkokosan merupakan salahsatu bentuk penghormatan bagi para pejuang ÿ̲̣ǎ̜̍п̥̥ƍ telah gugur di medan pertempuran ini," kata Komandan Distrik Militer (Dandim) Sukabumi Kota, Letkol Arm, Budi Saroso, Sabtu (7/12/2013). (A-162/A-88)***

Jumat, 06 Desember 2013

Difference Spiritual Smotion and Emotion



1. What are emotions?
All of us have experienced emotions (bhāvanā) in ourselves and in others. Emotions are feelings related to our worldly life. They are basically the attitudes of the conscious mind. Our emotions give us happiness or unhappiness, and they are related to our little ‘i’. Hence in a state of emotion, we identify even more with our 5 senses, mind and intellect. It follows that being highly emotional makes us further entrenched in our worldly existence and increases our awareness about our own existence. That is why being emotional in nature takes us that much away from God.

2. What is spiritual emotion?
On the other hand, spiritual emotion (bhāv) is a state of communion with God. It is related to the sub-conscious mind (chitta). When one’s spiritual emotion is awakened, for that time one transcends one’s usual state of identification with a worldly existence. The awareness of one’s own existence also reduces. Thus in a state of spiritual emotion one transcends the little ‘i’ and identifies with the big ‘I’. Spiritual emotion gives us a spiritual experience of Bliss (Ānand). Bliss is a state of superlative happiness, however it is beyond happiness and unhappiness.
3. How to differentiate spiritual emotion from worldly emotion?
In the case of a highly emotional person, many a times emotion is mistaken for spiritual emotion, especially when it appears in a spiritual setting. For example this can happen when a person is in the throes of emotion in a place of worship, or when in the presence of a spiritual master (Guru) whom he may have psychological attachment to. Whether what one is experiencing is emotion or spiritual emotion can be confirmed only through the medium of active sixth sense or extrasensory perception (ESP). However, at an intellectual level we can verify to some extent whether what we are experiencing is just emotion or a spiritual experience by checking the following criteria:
  • Reduction in Ego or ‘i’ness: In a state of spiritual emotion there is a marked reduction in our ego. Hence we can check for our ego manifestations as an aid to decide whether we are experiencing normal emotion or spiritual emotion. For example we can check whether we feel ego about the state of spiritual emotion itself while we are going through the experience. However if the spiritual emotion is not sustained, ego can rise at a later date.
  • Reduction in body consciousness: During a state of spiritual emotion, as one identifies to varying degrees with the big ‘I’, one loses body consciousness to that extent. Hence when one’s spiritual emotion is awakened and becomes manifest in the form of any of the eightfold manifestations like tears of Bliss, etc., one does not feel self-conscious. This is so even when one is shy or reserved and spiritual emotion is awakened in the presence of many strangers.
An SSRF seeker, a senior employee in an international bank, remembered his Guru and experienced spiritual emotion when walking on the street. Tears started rolling down his cheeks but he was oblivious to them, so lost was he in his state of spiritual emotion.
  • Experience of love without expectations: Spiritual emotion is basically a state of experiencing God within ourselves and in others. Also, in this state our awareness about ourselves is low. Hence in this state one experiences love without expectations (prīti) for others.
  • Cool tears: If the manifestation of our spiritual emotion is in the form of tears, they are cool. On the other hand, tears resulting from normal emotion are warm to the touch.
  • Type of crying: Crying resulting from emotion, especially of grief can be of the sobbing kind. Crying following spiritual emotion is of the silent variety.
  • Feeling after the state: Again, as spiritual emotion is a state of communion with God, even after coming out of that state, one experiences vestiges of the identification with the big ‘I’. This can be experienced in the form of reduction in small-mindedness, more stability, increase in spiritual maturity, better intellectual conviction about spiritual practice and God-realisation, etc.