Sabtu, 03 Agustus 2013

Bangunlah Jiwa Indonesia dengan Matematika


Dalam dunia pendidikan, banyak sekali pelajaran yang menghiasi kehidupan para pelajar, ada yang bersifat hafalan, pemahaman, hitungan, dll. Tanggapan para pelajar pun bermacam-macam ada yang gemar membaca, menulis, memahami, dan berhitung. Selain itu ada pula pelajar yang menakuti pelajaran-pelajaran tertentu. Salah satunya adalah pelajaran matematika. 
      Matematika merupakan pelajaran yang paling ditakuti kebanyakan pelajar, bahkan pelajaran ini masih dianggap hantu yang menakutkan bagi anak-anak, bahkan orang dewasa sekalipun. Kondisi inipun diperparah dengan kurang bersahatbatnya guru dengan para pelajar. Maka tidaklah heran jika menghadapi ujian mereka harus dihadapkan dengan nilai yang jeblok. 
Dilain pihak, matematika merupakan pelajaran yang benar-benar berguna bagi kelangsungan kehidupan manusia. Matematika dianggap sebagai induk bagi semua pelajaran sains. Pelajaran sains yang lain, tidak akan hidup tanpa didukung dengan pelajaran matematika. Memang kenyataannya demikian, peserta didik yang menguasai pelajaran tersebut akan lebih mudah apabila bertemu dengan pelajaran lain yang membutuhkan perhitungan, dan logika. Pelajaran matematika erat kaitannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Mulai dari hal yang rumit, bahkan dalam hal biasa sekalipun. Para pedagang, tukang bangunan, petani, tukang parkIr, bahkan seorang pengemis sekalipun untuk menghitung uang recehan yang ia dapatkan.
        Dalam perjalanan sejarahnya, matematika berperan penting dalam membangun peradaban manusia sepanjang masa. Metode yang mereka gunakan adalah eksperimen atau penalaran induktif dan penalaran deduktif. Diantara para matematikawan terdahulu kita ketahui, thales matematikawan pertama yang merumuskan teorema, phytagoras dengan bilangan irasionalnya, al-khawarizmi dengan aljabarnya, dan tentunya masih banyak lagi yang tidak disebutkan.
 Pandangan sains secara konvensional, menempatkan matematika sebagai suatu prinsipil dari sebuah cabang pengetahuan, dimana alasan dikedepankan, emosi tidak dilibatkan, kepastian menjadi hal yang ingin diketahui, dan kebenaran hari ini   kebenaran untuk selama-lamanya. Sehingga karena matematika merupakan ilmu yang nyata digunakan sebagai bahasa dalam penciptaan al- qur’an oleh Tuhan yang maha esa, diciptakan dalam bahasa matematika, yang tiap hurufnya mengandung berbagai macam  makna. Kebenaran itu diakui oleh seorang ilmuwan dunia Galileo(1564-1642), bahwa”Mathematics Is The Language In Which Go Wrote The Universe”(matematika adalah bahasa yang digunakan tuhan dalam menuliskan alam semesta ini).
     Dengan melihat manfaat-manfaat penting pelajaran matematika. Pandangan-pandangan yang dapat mencuramkan nama baik matematika itu harus segera dihilangkan dalam kehidupan kita, dengan memberikan sebuah angin kesegaran bagi peserata didik,  memberikan motifasi para siswa, memberikan bimbingan, meningkatkan pengetahuan guru dalam bidang matematika, dan yang paling penting guru harus lebih bersahabat lagi dengan para pelajar. Matematika tidak lagi dijadikan hantu bagi mereka, yang nantinya akan melahirkan matematikawan- matematikawan yang berjiwa jujur, teliti, terbuka, dan konsisten. Karena memang sikap inilah yang dibutuhkan, dan yang harus kita terapkan dalam membangun bangsa Indonesia yang jujur dan adil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar