Dalam dunia
pendidikan, banyak sekali pelajaran yang menghiasi kehidupan para pelajar, ada
yang bersifat hafalan, pemahaman, hitungan, dll. Tanggapan para pelajar pun
bermacam-macam ada yang gemar membaca, menulis, memahami, dan berhitung. Selain
itu ada pula pelajar yang menakuti pelajaran-pelajaran tertentu. Salah satunya
adalah pelajaran matematika.
Matematika merupakan pelajaran yang paling
ditakuti kebanyakan pelajar, bahkan pelajaran ini masih dianggap hantu yang
menakutkan bagi anak-anak, bahkan orang dewasa sekalipun. Kondisi inipun
diperparah dengan kurang bersahatbatnya guru dengan para pelajar. Maka tidaklah
heran jika menghadapi ujian mereka harus dihadapkan dengan nilai yang jeblok.
Dilain pihak, matematika merupakan
pelajaran yang benar-benar berguna bagi kelangsungan kehidupan manusia.
Matematika dianggap sebagai induk bagi semua pelajaran sains. Pelajaran sains
yang lain, tidak akan hidup tanpa didukung dengan pelajaran matematika. Memang
kenyataannya demikian, peserta didik yang menguasai pelajaran tersebut akan
lebih mudah apabila bertemu dengan pelajaran lain yang membutuhkan perhitungan,
dan logika. Pelajaran matematika erat kaitannya dalam kehidupan kita
sehari-hari. Mulai dari hal yang rumit, bahkan dalam hal biasa sekalipun. Para
pedagang, tukang bangunan, petani, tukang parkIr, bahkan seorang pengemis
sekalipun untuk menghitung uang recehan yang ia dapatkan.
Dalam perjalanan sejarahnya,
matematika berperan penting dalam membangun peradaban manusia sepanjang masa.
Metode yang mereka gunakan adalah eksperimen atau penalaran induktif dan
penalaran deduktif. Diantara para matematikawan terdahulu kita ketahui, thales
matematikawan pertama yang merumuskan teorema, phytagoras dengan bilangan
irasionalnya, al-khawarizmi dengan aljabarnya, dan tentunya masih banyak lagi
yang tidak disebutkan.
Pandangan
sains secara konvensional, menempatkan matematika sebagai suatu prinsipil dari
sebuah cabang pengetahuan, dimana alasan dikedepankan, emosi tidak dilibatkan,
kepastian menjadi hal yang ingin diketahui, dan kebenaran hari ini kebenaran untuk selama-lamanya. Sehingga
karena matematika merupakan ilmu yang nyata digunakan sebagai bahasa dalam
penciptaan al- qur’an oleh Tuhan yang maha esa, diciptakan dalam bahasa
matematika, yang tiap hurufnya mengandung berbagai macam makna. Kebenaran itu diakui oleh seorang
ilmuwan dunia Galileo(1564-1642), bahwa”Mathematics Is The Language In Which Go
Wrote The Universe”(matematika adalah bahasa yang digunakan tuhan dalam
menuliskan alam semesta ini).
Dengan melihat manfaat-manfaat
penting pelajaran matematika. Pandangan-pandangan yang dapat mencuramkan nama
baik matematika itu harus segera dihilangkan dalam kehidupan kita, dengan
memberikan sebuah angin kesegaran bagi peserata didik, memberikan motifasi para siswa, memberikan
bimbingan, meningkatkan pengetahuan guru dalam bidang matematika, dan yang
paling penting guru harus lebih bersahabat lagi dengan para pelajar. Matematika
tidak lagi dijadikan hantu bagi mereka, yang nantinya akan melahirkan
matematikawan- matematikawan yang berjiwa jujur, teliti, terbuka, dan
konsisten. Karena memang sikap inilah yang dibutuhkan, dan yang harus kita terapkan
dalam membangun bangsa Indonesia yang jujur dan adil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar